Liputan6.com, Jakarta – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melanjutkan tren positif penjualan kendaraannya di Indonesia. Daihatsu Sigra menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di pasar nasional.

Untuk diketahui, penjualan ritel otomotif secara nasional hingga April 2023 mencapai sekitar 339 ribu unit, atau naik 6,2 persen dibandingkan periode yang sama 2022 sebanyak 320 ribu unit.

Sementara pada periode yang sama, penjualan ritel Daihatsu catatkan lebih dari 71 ribu unit, atau naik sekitar 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar 62 ribu unit.

Dari capaian tersebut, kontribusi penjualan ritel Daihatsu terhadap market share ritel otomotif nasional sebesar 21,1 persen, atau naik sekitar 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara volume dan kontribusi model, penjualan ritel Daihatsu hingga April 2023 didominasi oleh tiga besar, seperti Daihatsu Sigra sebanyak 21.722 unit, atau berkontribusi sekitar 30,4 persen, disusul Gran Max PU (Pick Up) 15.204 unit atau kontribusi sebesar 21,2 persen, dan Terios 10.204 unit (14,3 persen).

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), hingga April 2023 penjualan Daihatsu raih capaian positif dengan penjualan ritel sebanyak 71 ribu unit, ditambah kontribusi kenaikan market share sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 21,1 persen.

“Semoga capaian baik ini dapat terus berlangsung, dan pasar otomotif tahun ini dapat lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Hendrayadi dalam keterangan resmi, Jumat (19/5/2023).

Daihatsu Indonesia Tanggapi Skandal Manipulasi Uji Tabrak
Beberapa waktu lalu Daihatsu global membuat geger dunia otomotif dengan pengakuannya soal manipulasi terkait uji tabrak.

Dikutip dari laman resmi Daihatsu, pihaknya membenarkan memang dalam uji tabrak yang dilakukan, terdapat bagian yang tidak layak terutama di bagian pintu depan.

Pabrikan asal Jepang ini, juga meyakini adanya pelanggaran prosedur dan metode pengujian tabrakan samping, sehingga mereka terus menyelidiki masalah tersebut.

Daihatsu merupakan perusahaan di bawah Toyota Motor Corporation (TMC), skandal tersebut melibatkan 88 ribu data, dari beberapa model yang dibuat dengan merek Toyota.

Skandal besar tersebut tentu membuat konsumen Daihatsu di Indonesia bertanya-tanya mengenai mobil Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia.